Sabtu, 20 September 2014
     
Home Bandarlampung Hukum & Kriminal Puluhan Rekanan Tagih Proyek

Puluhan Rekanan Tagih Proyek

1005
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita
Kadis PU Lamtim Minta Perlindungan Polisi
BANDARLAMPUNG – Aroma praktik ’’jual-beli’’ proyek di tubuh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Timur menyeruak. Puluhan rekanan mendatangi rumah Kepala Dinas PU Lamtim Ismansyah di Jl. Ryacudu, Perum Korpri Blok C.11, Sukarame, Bandarlampung, kemarin.

Para rekanan itu resah. Sebab, hingga kemarin pemenang lelang sejumlah tender di Dinas PU belum ada kejelasan. Padahal, menurut pengakuan rekanan, mereka telah menyetor sejumlah uang untuk mendapatkan proyek.

Karena itu, para rekanan sepakat menyambangi Ismansyah untuk mempertanyakan pemenang proyek tender pengerjaan di Lamtim. Uniknya, pelelangan baru dibuka pada hari ini (Kamis, 27/6).

Pantauan Radar Lampung kemarin siang, di sekitar rumah bercat oranye itu terparkir puluhan kendaraan roda empat. Puluhan orang berkerumun di halaman depan. Sesekali, dua atau tiga orang rekanan masuk ruang tamu menghadap Iswansyah mempertanyakan kejelasan proyek.

Adanya uang setoran proyek itu diamini oleh Johan (37), salah seorang yang mengaku rekanan. Ia mengaku sudah menyetor ke Dinas PU demi mendapat proyek jalan di Lamtim. ”Saya sudah menyetorkan uang kepada dia (Iswansyah, Red). Besok (hari ini) itu kan pengumuman lelang, bukan pengumuman pemenang. Tapi, saya belum jelas dapat atau tidaknya,” ungkapnya tanpa menyebutkan nominal uang yang sudah disetorkan kepada Iswansyah kemarin.

Menurutnya, kisaran setoran rata-rata para rekanan antara Rp60 juta–Rp200 juta. Nah, karena Iswansyah jarang di Lamtim, maka para rekanan berinisiatif mendatangi rumahnya. ”Kalau saya baru hari ini (kemarin) datang ke sini. Tapi, ada yang sudah dua hari di sini menunggu Pak Kadis keluar dari rumahnya,” ujarnya.

Lantaran ’’dikepung’’ rekanan, Ismansyah membolehkan para rekanan bertemu. Ada seorang berbaju biru menghadap Ismansyah. Ia lantas melihat berkas dalam map kuning dan memastikan pria berbaju biru itu mendapat proyek pembuatan talut di Lamtim.

Ketegangan terjadi ketika seorang rekanan yang diketahui bernama Idham tak puas dengan keterangan Ismansyah. Ia lantas merebut berkas yang dipegang oleh Ismansyah dan berlari keluar. Berkas itu diduga tentang pemenang tender yang akan dilelang hari ini. Idham langsung menaiki mobil Avanza warna silver BE 2543 FE. Ketika keluar rumah, pria itu berteriak bahwa ini merupakan urusan perut dan makan. ’’Minggir semuanya! Ini urusan perut, jangan main-main semuanya!” teriaknya.

Atas kejadian itu, para rekanan dan Iswansyah mendatangi Mapolsekta Sukarame untuk meminta perlindungan. ”Kadis PU itu ke sini (Mapolsekta Sukarame, Red) tidak melapor, tapi hanya meminta perlindungan. Makanya, kami kerahkan anggota untuk memantau rumahnya,” ujar Kapolsekta Sukarame Kompol Hendriansyah kemarin.

Sementara Iswansyah tidak mau berkomentar atas kedatangan para rekanan ke kediamannya dan atas diambilnya berkas itu. ”Dokumen negara yang diambil. Sudah ya, saya tidak bisa berkomentar dahulu,” ungkapnya. (yud/p2/c2/wdi)