Rabu, 20 Agustus 2014
     
Home Lampung Raya Pringsewu - Pesisir Barat Tunggakan SPP PNPM Rp1,5 Miliar

Tunggakan SPP PNPM Rp1,5 Miliar

1644
Kali Dibaca
E-mail   Email Berita
Cetak  Print Berita
PDF  PDF Berita

PRINGSEWU – Tunggakan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kabupaten Pringsewu mencapai Rp1,5 miliar. Tingginya tunggakan itu membuat fasilitator kabupaten (faskab) PNPM mengambil langkah-langkah antisipasi. Salah satunya dengan pelatihan kelembagaan penanganan masalah SPP.

”Harus ada penanganan yang tepat sehingga angka tunggakan SPP dapat diminimalisasi,” kata Koordinator PNPM Provinsi Lampung Amir kemarin.

Besarnya angka kemacetan SPP juga membuat pengelolaan dana bergulir PNPM di Pringsewu cukup memprihatinkan.

Amir menuturkan, dalam pelatihan itu, pengelola PNPM diajarkan cara melakukan investigasi, mengelola data-data, dan terjun ke lapangan.

”Macetnya dana SPP sebesar Rp1,5 miliar itu mungkin bisa diinvestigasi dan dicarikan penyelesaiannya. Kami berharap dengan pelatihan ini, pengelola PNPM bisa lebih peka dalam menangani masalah,” tegasnya.

Lebih jauh, Amir menyarankan agar tidak buru-buru menempuh jalur hukum saat menemui masalah. Sebaiknya diselesaikan dahulu dengan pendekatan dan musyawarah. ”Dibicarakan terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan fitnah dan kesemrawutan,” ucapnya.

Sementara Faskab PNPM Pringsewu Dwi Mariwahyudayani mengatakan, dalam pelatihan itu, peserta diberikan materi pengorganisasian kelas; administrasi dan laporan keuangan; pengarsipan dokumen PNPM; masalah SPP; serta teknik investigasi.

Tidak hanya itu. Peserta juga diberikan materi tentang koordinasi dengan camat dan PJOK. Kemudian pemeriksaan pengarsipan dan pengelolaan dana bergulir dari LPP. ”Investigasi kelompok bermasalah, simulasi fasilitator MD khusus, termasuk di dalamnya,” ungkapnya.

Sementara Penanggung Jawab Operasional (PJO) Kabupaten Pringsewu Hartadi mengatakan, digulirkannya dana SPP PNPM bertujuan menguatkan perekonomian dan menanggulangi kemiskinan. Karena itu, dia berharap pelaku PNPM dapat mengevaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan. (mul/rnn/sag/c2/ais)

 

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Metro | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Tanggamus | Lampung News Paper | Radar Lambar | Radar Tuba ::
:: Senator Lampung ::